Mencegah Kanker Pada Wanita

Kanker tumbuh dan terbentuk dalam jangka waktu yang lama bahkan bertahun-tahun. Ini berarti pertumbhan dan penyebarannta dapat docegah. Pencegahan kanker dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan dan menghindari makanan yang mengandung zat karsinogen. Untuk itu, sangat disarankan mengonsumsi buah dan sayur secara rutin  untuk mencegah kanker pada wanita karena di dalamnya banyak mengandung kalsium, riboflavin, beta-larotin, falate, lutein, vitamin A, vitamin B dan vitamin D. Mengonsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung antioksidan secara teratur dalam jumlah yang mencukupi terbukti dapat mengurangi resiko terserang kanker. Antioksidan adalah zat yang ampu mematikan zat lain yang membuat sel-sel menjadi rapuh dan mampu memperbaiki sel yang rusak. Zat ini terbukti bisa meracuni secara langsung sel-sel tumor atau kanker.

Mencegah kanker pada wanita dapat dilakukan dengan mengonsumsi sayuran yang berawarna hijau tua seperti brokoli, bunga kol, kubis, lobak, kangkung, bayam, dan selada sangat kaya dengan zat antioksidan seperti beta karotin, falate, dan lutein. Jenis sayuran lain seperti wortel, kentang, tomta, bawang putih, bawang merah, dan kacang-kacangan termauk kacang kedelai juga termasuk kandungan zat antioksidan. Tomat, misalnya mengandung zar lycopen yang dapat mencegah berkembangnya zat-zat pemicu kanker dalam tubuh.

Sementara jenis buah-buahan yang sebaiknya lebih sering dikonsumsi untuk mencegah kanker pada wanita, khususnya bagi wanita yang memiliki resiko paling besar terkena kanker, antara lain jeruk, apel, pir, pisang dan semangka. Buah-buahan tersebut mengandung caretenoid, flavonoid, dan lycopen yang dapat menghambat pertumbuhan kanker.  Selain mengonsumsi buah dan sayur bisa mengurangi resiko terkena kanker. Namun, sebaiknya disertai dengan pola hidup yang sehat seperti menghindari kebiasaan merokok, menghindari hubungan seksual dengan cara berganti-ganti pasangan menghindari stes, berolahraga yang cukup, dan secara berkala memeriksakan diri ke dokter.

Terapi pendukung yang dilakukan dapat bersifat pencegahan kanker, terapi paliatif untuk meringankan penderitaan dari serangan kanker, dan terapi pendukung untuk penyembuhan kanker. Dalam melakukan terapi pendukung harus menggunakan pertimbangan mudah dilakukan aman dan logis. Mudah dilakukan artinya orang dapat melakukan sendiri atau dengan bantuan orang lain. Aman berarti tdak ada efek samping yang berbahay, terutama bagi orang yang diterapi. Sementara itu, logis berarti dapat diterima oleh pikiran ilmiah.

Salah satu kiat hidup sehat agar terhindari dari penyakit kanker adalah dengan cara mengonsumsi makanan sehat dan menjauhi makanan yang mempunyai sifat karsinogenik. Caranya dengan membatasi konsumsi sumber radikal bebas guna menekan perkembangan sel-sel kanker, sebaliknya harus meningkatkan konsumsi antioksidan pelawan kanker yang sekaligus mengandung zat gizi pemacu kekebalan tubuh. Hal ini harus diperhatikan terutama bagi mereka yang mempunyai faktor resiko terkena kanker.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Pada Wanita

Kanker pada wanita dalam pengertian sederhana adalah sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terkendali, tidak terbatas, dan tidak normal (abnormal). Petumbuhan sel-sel kanker tidak terkoordinasi dengan jaringan lain sehingga berbahaya bagi tubuh. Konteks lain menyebutkan kanker merupakan tumor ganas yang mengalami pertumbuhan abnormal yang tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Dalam kondisi normal sel hanya akan berkembang biak dengan cara membelah diri jika ada yang mati atau rusak. Sel kanker akan terus mengalami perkembangbiakan meskipun tidak dibutuhkan oleh tubuh. Sel kanker merusak jaringan sel lain yang normal dan menyebar ke organ tubuh lain melalui jaringan ikat, darah, saraf, dan jaringan penunjang organ tubuh. Bagian organ tubuh yang terserang sel kanker akan terhambat pertumbuhannya.

Penyakit kanker pada wanita termasuk penyakit yang tidak menular. Penyakit ini timbul akibat kondisi fisik yang tidak normal dan pola hidup yang tidak sehat. Meskipun demikian, penyakit ini bisa diturunkan pleh orangtua kepada anaknya. Resiko terkena kanker pada wanita sangat besar jika salah satu anggota keluarganya terkena kanker. Penyakit kanker atau karsinoma dapat menyerang semua lapisan masyarakat tanpa mengenal status sosal, umur dan jenis kelamin. Dari segi status social, penyakit kanker dapat menyerang orang kaya, miskin, berpendidikan tinggi, maupun orang-orang yang salam sekali tidak berpendidikan. Anak-anak, remaja, dan orang dewasa tidak luput juga dari serangan kanker. Begitu pula dengan pria maupun wanita dapat terserang penyakit yang paling banyak ditakuti ini. Namun, berdasarkan data yang ada diperkirakan sekitar 605 penderita kanker di Indonesia adalah wanita.

Kanker pada wanita teritama pada organ reproduksi telah menjadi momok bagi kaum wanita. Ancaman tidak memiliki keturunan atau mandul menjadi mimpi buruk bagi mereka. Namun demikian, tidak sedikit wanita yang bersikap acuh dengan kondisi kesehatan organ reproduksinya. Setelah terjadi keluhan pada organ reproduksinya, barulah mereka mengadu pada dokter. Padahal kanker ini bisa dicegah pertumbuhan dan penyebarannya, jika dilakukn deteksi dan pemeriksaan secara dini. Hingga sekarang penyebab utama kanker pada wanita belum diketahui secara pasti oleh para ahli. Mereka kini masih terus melakukan kajian. Namun, terjadinya kanker pada wanita dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti :

  1. Keturunan
  2. Umur
  3. Makanan
  4. Bahan kimia
  5. Pola hidup yang tidak sehat

Kanker yang menyerang pada wanita pada dasarnya dapat diobati dengan berbagai cara. Selama ini cara yang banyak ditempuh oleh para penderita adalah dengan pengobatan medis (melalui dokter). Pengobatan medis tersebut antara lain dengan operasi, radioterapi, kemoterapi, hormonal terapi, dan immunoterapi. Selain pengobatan secara medis, saat ini  telah berkembang teknik pengobatan dengan menggunakan tanaman obat. Terbukti tanaman obat mampu mengurangi dan menghambat perkembangan sel kanker dalam tubuh.

Posted in Kanker Vagina | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Vagina

Kanker vagina biasanya merupakan akibat dari metastatis koriokarsinoma atau dari kanker serviks atau kanker organ yang berkaitan seperti uterus, vulva, kandung kemih, atau rectum. Kanker vagina primer tidak umum. Faktor-faktor resiko kanker serviks, pemajanan dietilstillbestron (DES) dalam uterus, kanker vagina atauu kanker vulva sebelumnya, terapi radias terdahulu, riwayat papilomavirus manusia (HPV) atau penggunaan kontrasepsi. Kubah vagina mencakup bagian terbawah dari leher rahim dengan mulut rahim. Di sebelah bawah, vagina berlanjut ke dalam vulva. Meliputi seluruh panjangnya, vagina terletak diantara jalan kemih dan rectum. Hubungan anatomis yang erat ini menentukan hubungan klinis satu sama lain dari keganasan ketiga daerah ini. Karena situasi anatomis ini, mudah terjadi pertumbhan masuk dari kanker vagina ke dalam kandung kemih, leher kandung kemih dan saluran kemih sebelah depan serta ke poros usus disebelah belakang, Pengaliran limfe dari vagina adalah terlebih dahlu ke kelnjar limfe di panggul kecil. Tumor ganas di daerah yang berbatasan dengan vulva,mempunyai aliran limfe ke kelenjar lipat paha.

Kanker primer dari vagina jarang ditemukan. Namun pertumbuhan masuk dari kanker leher rahim di puncak vagina, banyak terjadi. Tidak diketahui adaya faktor penyebab pada kanker vagina  atau peningkat resiko yang prominen. Kebanyakan kanker vagina adalah kanker sel lempeng. Lainnya adalah adenokarsinoma. Disini jarang sekali muncul tumor ganas asing, yaitu melanoma dan kanker sel jaringan limfe. Tingkatan TNM-nya adalah sebagai berikut stadium I tumor terbatas sampai dinding vagina, stadium II pertumbuhan lanjur tumor menembus dinding vagina tanpa tumbuh masuk keorgan-organ diseputarnya  dan tanpa mencapai dinding panggul, Stadium III pertumbuhan lanjut tumor sampai ke dinding panggul, Syadium Iv pertumbuhan masuk ke kandung kemih atauu rectum atau penyebaran diluar panggul kecil.

Kanker vagina biasanya ditemukan di bagian teratas dari vagina. Baik pemeriksa maupun yang diperiksa harus menyadari bahwa kanker ini mudah terlewatkan pada pemeriksaan. Hal ini dapat terjadi jika pemeriksa hanya memusatkan perhatian pada leher dan mulut rahim, sementara kanker vagina terletak tersembunyi di belakang salah satu bilah speculum paruh bebek. Pengontrolan seksama harus dilakukan untuk selutuh vagina.

Untuk penanganan kanker vagina, harus dipilih antara bedah dan radiologi. Tumor kecil yang tidak tumbuh lanjut dapat dieksisi. Bedah radikal pertumbuhan lanjut memerlukan pengosongan total dari panggul kecil dengan memasang stoma usus besar dan urostoma. Untuk radioterapi, dapat dipertimbangkan kombinasi penyinaran luar dan dalam. Pada satidum I, lebih dari separuh penderita hidup lebih dari lima tahun. Sementara untuk stadium lanjut, prognosisnya jauh lebih buruk.

Posted in Kanker Vagina | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Kanker Vagina

Faktor risiko dari kanker vagina sama dengan kanker serviks. Penyebab kanker vagina umumnya paling banyak disebabkan oleh infeksi Human Virus Papilloma atau HPV. Risiko untuk kanker vagina adalah kanker terdahulu, seperti kanker serviks atau vulva yang mengindikasikan penyebab yang sama. Human virus papilloma telah secara tetap ditemukan pada kanker vagina. Faktor risiko terbesar untuk kanker vagina yaitu wanita yang sebelumnya menderita karsinoma serviks dan vulva.

Berikut ini beberapa penyebab dan gejala dari kanker vagina, yakni :

a. Penyebab kanker vagina

1. Usia

wanita yang berusia diatas 60 tahun umumnya menderita kanker vagina dengan jenis karsinoma skuamosa dan kanker vagina itu sendiri menyerang wanita yang berusia sekitar 50-70 tahun.

2. DES (dietilstilbestrol)

DES merupakan suatu jenis obat hormonal yang dahulu banyak digunakan untuk mencegah keguguran pada wanita hamil. Apabila DES ini dikonsumsi oleh wanita hamil ketika masa kehamilan memasuki usia 16 minggu akan beresiko tinggi pada keguguran. Untuk mengkonsumsi DES ini harus melalui petunjuk dokter. Selain itu dari kasus yang terjadi 1 diantara 1000 wanita yang mengkonsumsi DES adalah mereka yang menderita adenokarsinoma yang menyerang sel bersih pada vagina mapun serviks.

3. Adenosis vagina

Sekitar 40 % wanita yang telah mengalami measa menstruasi, umumnya pada vagina akan ditemukan daerah-daerah tertentu yang dilapisi dengan sel gepeng yang disebut dengan sel skuamosa. Sel ini hampir ditemukan di dalam kelenjar rahim bagian bawah dan lapisan rahim. Umumnya terjadi pada wanita yang terpapar leh DES selama perkembangan janin.

4. Infeksi Human virus papilloma (HPV)

Infeksi virus ini merupakan infeksi yang banyak terjadi dan merupakan virus penyebab yang banyak ditularkan melalui hubungan intim. HPV ini juga disebut sebagai virus penyebab kutil pada kelamin.

5. Hubungan intim yang dilakukan saat usia dini

6. Sering melakukan hubungan intim dengan pasangan berbeda

7. Menderita kanker serviks sebelumnya

8. Vagina yang terinfeksi atau teriritasi

9. Merokok

b. Gejala kanker vagina

Organ reproduksi wanita rentan sekali dengan berbagai resiko penyakit. Vagina merupakan salah satu organ yang mudah terinfeksi oleh suatu mikroorganisme yang ditimbulkan oleh diri sendiri atau oleh pasangannya. Kanker vagina menyebabkan kerusakan pada lapisan vagina dan menyebabkan terbentuknya luka terbuka yang dapat mengakibatkan perdarahan dan vagina terinfeksi.

Seseorang yang menderita kanker vagina mungkin akan mengalami perdarahan melalui vagina atau keluar cairan encer dari vagina yang umumnya timbul usai melakukan hubungan intim. Jika ukuran kanker vagina memasuki stadium lanjut dengan ukuran kanker yang besar dapat mempengaruhi fungsi dari kandung kemih dan rektum, kemudian mengalami urgensi atau kesulitan untuk berkemih dan ketika berkemih terasa sakit dan nyeri.

Gejala lainnya yang mungkin timbul dan dirasakan adalah :

- Dari vagina keluar cairan dalam jumlah banyak seperti keputihan atau terkadang seperti darah (bukan darah menstruasi).

- Merasakan seperti adanya benjolan atau ada sesuatu yang menganjal di dalam vagina.

- Rasa nyeri ketika melakukan hubungan intim

- Jika sudah memasuki stadium lanjut, akan mengalami kesulitan dalam berkemih, rasa sembelit dan nyeri panggul yang tertahankan.

Posted in Kanker Vagina, Vagina | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Kanker Vagina

Di Amerika Serikat, kanker vagina dua kali lebih sering dialami oleh wanita kulit hitam dibanding dengan wanita kulit putih. Walaupun tidak ada data kuat selain dari AS, dapat diperkirakan bahwa angka kejadiannya di negara berkembang jauh lebih tinggi daripada dari AS.

Kanker vagina memiliki beberapa katergori kanker dengan tingkat risiko yang berbeda pula, yakni :

1. Karsinoma sel skuamosa

Karsinoma sel skuamosa yang merupakan salah satu jenis dari kanker vagina banyak terjadi sekitar 85-90 %. Karsinoma sel skuamosa ini berawal dari epitelium vagina, umumnya banyak ditemukan pada wanita yang berusia 60-80 tahun. Karsinoma verukosa merupakan jenis dari karsinoma sel skuamosa dengan pertumbuhan kanker yang cukup lambat. Karsinoma ini tumbuh ke arah vagina dan terlihat seperti seperti kutil atau bunga kol. Karsinoma sel skuamosa tidak tumbuh secara tiba-tiba, kanker ini berkembang selama bertahun-tahun dari suatu perubahan prekanker pada vagina yang disebut neoplasi intraepitel vagina (NIVA).

2. Adenokarsinoma

Jenis kanker vagina yang angka kejadian atau kasus yang terjadi hanya 5-10 % , umumnya terjadi pada wanita yang berusia 12-30 tahun.

Kanker Vagina

3. Melanoma maligna

bagian dari jenis kanker yang kasus terjadinya hanya 2-3 %. Jenis kanker vagina ini berawal dari sel-sel penghasil pigmen dan lebih sering terjadi di vagina bagian bawah.

4. Sarkoma

Jenis kanker vagina yang terakhir adalah kanker sarkoma yang angka kejadiannya hanya 2-3 %. Sarkoma ini tumbuh jauh di dalam dinding vagina, bukan pada epitelium. Beberapa jenis sarkoma yang paling banyak terjadi ditemukan adalah leiomiosarkoma yang umumnya menyerang wanita yang berusia diatas 50 tahun. Rabdomiosarkoma merupakan jenis kanker vagina yang umum dialami oleh anak-anak dan umumnya banyak terjadi sebelum usia 3 tahun. Sel-sel kanker dari rabdomiosarkoma hampir menyerupai dengan sel otot volunter yang merupakan suatu jaringan yang dalam keadaan normal tidak ditemukan pada dinding vagina.

Posted in Kanker Vagina, Vagina | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Organ Reproduksi Wanita

Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang memiliki saluran sepanjang 7,5-10 cm, dengan ujung atasnya berhubungan dengan serviks (leher rahi, atau bagian terendah dari rahim). Sedangkan ujung bawahnya berhubungan dengan vulva.

Vagina dikelilingi oleh dinding vulva yang dilapisi oleh epitelium yang terbentuk dari sel-sel skuamosa.  Kemudian di bawah epitelium ini terdapat jaringan ikat, otot involunter, kelenjar getah bening dan persarafan. Dinding vagina memiliki banyak lipatan yang berfungsi untuk membantu vagina tetap terbuka ketika berhubungan intim atau prosse persalinan berlangsung secara normal.

Bagian organ reproduksi wanita

Kanker vagina merupakan kanker pada wanita usia lebih dari 50 tahun dengan gambaran ASR yang sama dengan kanker vulva yaitu meningkat secara gradual sepanjang hidupnya dengan puncaknya pada usia setelah 80 tahun.

Menurut International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO), keganasan incasif yang melibatkan serviks dan vagina diklasifikasikan sebagai keganasan servikal. sebagai tambahan, vagina merupakan lokasi metastasis (perkembangan) dari keganasan serviks dan endometrium tersering sehingga semakin sulit untuk menentukan lokasi primer keganasan.

Angka five years survival rate (rata-rata kemampuan hidup dalam 5 tahun setelah terdeteksi adanya kanker dadalh 50 % sama dengan kanker serviks). Kanker vagina primer jarang terjadi, kira-kira 1-2 % dari seluruh kanker ginekologi. kontinuitas jaringan antara vagina dan serviks menyebabkan insiden kanker vagina sulit dikenali. Insiden yang dilaporkan sangat sedikit. Antara tahun 1985-1994 terjadi 4.885 kasus kanker vagina yang dilaporkan. Sebanyak 2.100 kausus dilaporkan ACS untuk tahun 2001.

Posted in Kanker Vagina, Vagina | Tagged , , , , , , | Leave a comment